Jumat, 07 Mei 2010

Around Marriage in Eighty Day...



Beberapa bulan silam, tidak terpikir aku bakal menikah, apalagi tiba di hari ke-80, tidak terbayangkan...
Mungkin terlalu nyaman menjalani proses, rasanya antiklimaks ketika tiba di finish. Atau mungkin situasinya, fast, lightning, whirlwind wedding... tidak cukup waktu memikirkan apa pun.
Sebenarnya pun tidak ada perubahan drastis dalam rutinitas harianku. Long distance marriage yang kami jalani hanya memungkinkan pertemuan sesekali. eight days in eighty days, at most.
Keterbiasaan dan pembiasaan... menjalani long distance love for 5 years, seharusnya sudah terbiasa. Tapi terkadang, something amiss...
Good news, waktu-waktu ini adalah buffer, sebelum pindah ke more restricted area :D
God knows, aku terlalu stubborn untuk terjun bebas mengurangi separo independensiku.
Thank God memudahkanku menjalani transisi. and thank to my hubby, tidak memaksaku menanggalkan identitas diri.

but... being the bride is not so bad... I guess... when you find Mr. Rigt ^_^

1 komentar: